Category: Budaya Lokal

  • Wayang, Kebudayaan Jawa, dan Muhammadiyah

    MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA – Ide revivalisme agama seringkali tidak beranjak jauh dari pertentangan antara sumber-sumber samawi (wahyu) melawan sumber-sumber duniawi yang berasal dari manusia. Tak heran, pengusung ide revivalisme agama kerap mempertentangkan moralitas ajaran kitab suci dengan etika yang bersumber pada kebudayaan. Kebudayaan apapun yang dianggap tidak sesuai dengan pengertian harfiah ayat-ayat di dalam kitab suci, […]

  • Bakti Muhammadiyah untuk Papua, Pendekatan Harus Dialogis dan Humanis

    MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA – Barangkali pepatah lama berbunyi “penduduk suatu negeri lebih tahu dengan celah-celah kampungnya” tepat untuk memandang masalah Papua. Kurangnya porsi orang Papua berbicara dan berdiri setara dianggap sebagai sumber konflik sejak Integrasi Pepera 1969. “Selalu saja orang Papua itu dipandang sebagai objek kekuasaan dan kebudayaan lain. Hal ini dapat dilihat dari adanya stereotype […]

  • Menjadi Pahlawan Indonesia

    Oleh: Haedar Nashir (Ketua Umum PP Muhammadiyah) Pertempuran rakyat Surabaya 10 November 1945 sangat heroik hingga dijadikan Hari Pahlawan. Dalam telaah sejarah Ben Anderson, peran Bung Tomo dan kaum muda nasionalis revolusioner sangat sentral. Melalui Radio Revolusioner dengan gema Allahu Akbar, Bung Tomo dan kawan-kawan sejak 9 September 1945 membakar semangat jihad dan perlawanan rakyat […]

  • Dialektika Muhammadiyah dan Budaya Lokal

    oleh: Mutohharun Jinan Manifestasi agama da-lam berbagai bentuk budaya lokal dapat dilihat dalam keragaman budaya di Indonesia. Kita akan mendapatkan sejumlah ekspresi dan pola budaya yang berbeda-beda sesuai kebaikan dan keburukan yang dimiliki masing-masing masyarakat. Agama selalu dihadapkan dengan dialektika budaya setempat. Dengan kata lain, agama yang universal selalu ada dalam suatu wilayah dialog mutual […]

  • Muhammadiyah dan Budaya Lokal

    MUHAMMADIYAH.OR.ID, MAKASSAR — Kebudayaan memang jadi karakter Muhammadiyah yang kurang mendapat perhatian. Padahal kata Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof Biyanto, sejatinya organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu merupakan gerakan kebudayaan. Selama ini, pemerhati dari dalam dan luar memosisikan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, nasional, dakwah, dan tajdid. Selain itu juga ada yang memosisikan […]